Di era yang semakin global ini, agaknya makanan tradisional tak terkikis. Masih banyak makanan tradisional yang masih eksis. Tentu ini atas andil semuanya yang masih mau melestarikannya sehingga jangan sampai punah. Salah satu makanan tradisional yang saat ini masih eksis adalah jadah atau ketan. Makanan ini masih menjadi makanan rutin bahkan bisa dibilang wajib jika ada yang mempunyai hajatan, umumnya di daerah Jawa Tengah dan khususnya di daerah ku, desa Mranti Ngemplak, Purworejo. Seperti yang aku alami kemarin, saat di tempat bulek ku sedang akan menyelenggarakan acara mendhak (memperingati hari kematian seseorang setelah beberapa hari kemudian, aku lupa), kebetulan saat aku datang, embah putri ku sedang membuat makanan itu. Embah Putri ku memang jagonya membuat jadah/ketan dan wajik.
Tahu cara membuatnya? Nah, di sini aku ingin berbagi info bagaimana cara membuat jadah/ ketan ini. Bahannya adalah beras ketan, kelapa (yang masih muda tapi bukan yang sering dijadikan degan), garam secukupnya. Berikut cara membuatnya:
1. Bersihkan beras ketan yang akan dibuat dengan air (atau istilah jawanya: mususi).
2. Parut kelapa, kemudian parutan kelapa tersebut dicampur dengan beras ketan dan garam secukupnya hingga tercampur rata.
3. Kukus campuran tersebut hingga matang (dalam bahasa Jawa : ngedang).

Campuran selesai dikukus
4. Setelah matang, tempatkan campuran itu dalam wadah, kemudian haluskan dengan menggunakan tongkat atau kayu dengan cara ditumbuk dan ditekan. Tapi alat umumnya yang digunakan untuk menumbuk adalah bongkleng nom ( pelepah kelapa yang ditempati daun-daun ).

Penumbukan, ditumbuk hingga halus
5. Setelah halus, tempatkan dalam wadah yang luas kemudian diratakan hingga tampak seperti pada gambar.

Diratakan dalam wadah agar tidak terlalu tebal
6. Diamkan hingga dingin, dan bisa dimakan.
Kurang lebih seperti itu cara membuatnya. Setelah jadi, jadah atau ketan bisa langsung dimakan atau biasanya lebih enak lagi kalau digoreng. Selamat mencoba!
Ps: nek ora gelem nggawe yo teko bae nang nggone wong sing lagi nikahan opo sunatan, opo duwe gawe liyane, gratis alias ora mbayar, utawa dolan nang omahku bae suk nek aku nikah! :p
sepertinya enak nich mas….. nyumiee……
tinggal gawe ae…
bukannya jadah sama ketan itu beda…
jadah…. makanan yang sudah jadi dengan bahan pokok beras ketan
ketan… ya beras ketan yang dimasak aja tapi ga pke ditumbuk, kek nasi tapi dari beras ketan, makannya pke kelapa parut.
nek nggonku..jadah kui yo ketan…ketan kui yo jadah…hahaha!